Tampilkan postingan dengan label Islami. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Islami. Tampilkan semua postingan

30 April 2014

Menjaga, Menata, lalu Bercahaya

Salman Al Farisi memang sudah waktunya menikah. Seorang wanita Anshar yang dikenalnya sebagai wanita mukminah lagi shalihah juga telah mengambil tempat di hatinya. Tentu saja bukan sebagai kekasih. Tetapi sebagai sebuah pilihan dan pilahan yang dirasa tepat. Pilihan  menurut akal sehat. Dan pilahan menurut perasaan yang halus, juga ruh yang suci.
Tapi bagaimanapun, ia merasa asing di sini. Madinah bukanlah tempat kelahirannya. Madinah bukanlah tempatnya tumbuh dewasa. Madinah memiliki adat, rasa bahasa, dan rupa-rupa yang belum begitu dikenalnya. Ia berfikir, melamar seorang gadis pribumi tentu menjadi sebuah urusan yang pelik bagi seorang pendatang. Harus ada seorang yang akrab dengan tradisi Madinah berbicara untuknya dalam khithbah. Maka disampaikannyalah gelegak hati itu kepada shahabat Anshar yang dipersaudarakan dengannya, Abud Darda’.

08 Maret 2014

Kisah Seorang Pemuda dan Bidadari Bermata Jeli



Abdul Wahid bin Zaid berkata, “Ketika kami sedang duduk-duduk di majelis kami, aku pun sudah siap dengan pakaian perangku, karena ada komando untuk bersiap-siap sejak Senin pagi. Kemudian saja ada seorang laki-laki membaca ayat, (artinya) ‘Sesungguhnya Allah membeli dari orang-orang mukmin jiwa dan harta mereka dengan memberi Surga.’ (At-Taubah: 111). Aku menyambut, “Ya, kekasihku.”

Laki-laki itu berkata, “Aku bersaksi kepadamu wahai Abdul Wahid, sesungguhnya aku telah menjual jiwa dan hartaku dengan harapan aku memperoleh Surga.”
Aku menjawab, “Sesungguhnya ketajaman pedang itu melebihi segala-galanya. Dan engkau sajalah orang yang aku sukai, aku khawatir manakala engkau tidak mampu bersabar dan tidak mendapatkan keuntungan dari perdagangan ini.”
Laki-laki itu berkata, “Wahai Abdul Wahid, aku telah berjual beli kepada Allah dengan harapan mendapat Surga, mana mungkin jual beli yang aku persaksikan kepadamu itu akan melemah.” Dia berkata, “Nampaknya aku memprihatinkan kemampuan kami semua, …kalau orang kesayanganku saja mampu berbuat, apakah kami tidak?” Kemudian lelaki itu menginfakkan seluruh hartanya di jalan Allah kecuali seekor kuda, senjata dan sekedar bekal untuk perang. Ketika kami telah berada di medan perang dialah laki-laki pertama kali yang tiba di tempat tersebut. Dia berkata, “Assalamu ‘alaika wahai Abdul Wahid,” Aku menjawab, “Wa’alaikumussalam warahmatullah wa barakatuh, alangkah beruntungnya perniagaan ini.”

Kemudian

22 Oktober 2013

Makanan Haram dan Penyakit Asam Urat

Ilustrasi

“Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi dan binatang yang (ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah. Tetapi barang siapa dalam keadaan terpaksa (memakannya) sedang ia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Qs. al-Baqarah : 173)

Pada ayat di atas, Allah menyebutkan empat jenis makanan yang diharamkan bagi kaum muslimin untuk mengkomsumsinya. Dan setiap apa yang diharamkan oleh Allah pasti di dalamnya terdapat madharat bagi kehidupan manusia ini. Hal ini menunjukkan besarnya kasih sayang Allah kepada manusia. Dan ini tampak terlihat jelas, ketika ditemukannya penyakit- penyakit berbahaya yang terkandung dalam makanan-makanan haram, khususnya tiga jenis pertama makanan yang disebutkan di atas. Marilah kita lihat satu persatu- satu kandungan dari ketiga jenis makanan yang diharamkan oleh Allah tersebut.

11 Oktober 2013

Video Gambaran Dajjal (Cahaya Islam)

Dari Buraidah r.a., katanya: “Rasulullah s.a.w. bersabda: “Tidakkah engkau semua suka saya beritahu perihal Dajjal, yaitu yang belum pernah diberitahukan oleh seorang Nabipun kepada kaumnya. Sesungguhnya Dajjal itu buta sebelah matanya dan sesungguhnya ia datang dengan sesuatu sebagai perumpamaan syurga dan neraka. Maka yang ia katakan bahwa itu adalah syurga, sebenarnya adalah neraka.” (Muttafaq ‘alaih)


Keajaiban Air Zam Zam Di Mata Ilmuwan

"Dari Jabir dan Ibnu 'Abbas, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,"Air Zam-Zam, tergantung niat orang yang meminumnya." Hadits shahih. Lihat Irwa-ul Ghalil, al Albani, 1/218

Seorang ilmuwan terkenal Jepang, Dr Masasro Imoto, pernah berkata, "Air zamzam memiliki beberapa keistimewan yang tidak tertandingi oleh air biasa." 
Merujuk pada sejumlah kajian ilmiahnya terhadap air zamzam dengan teknik nano, ternyata hal itu tidak mampu mengubah karakteristiknya sedikit pun. Apabila setetes air zamzam dicampur ke dalam 1000 tetes air biasa, maka air tersebut akan memiliki berbagai keistimewaan air zamzam. 

06 Oktober 2013

Memilih Pasangan Idaman (Ikhwan dan Akhwat)

Ilustrasi


Terikatnya jalinan cinta dua orang insan dalam sebuah pernikahan adalah perkara yang sangat diperhatikan dalam syariat Islam yang mulia ini. Bahkan kita dianjurkan untuk serius dalam permasalahan ini dan dilarang menjadikan hal ini sebagai bahan candaan atau main-main.

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,
ثلاث جدهن جد وهزلهن جد: النكاح والطلاق والرجعة
“Tiga hal yang seriusnya dianggap benar-benar serius dan bercandanya dianggap serius: nikah, cerai dan ruju.’” (Diriwayatkan oleh Al Arba’ah kecuali An Nasa’i. Dihasankan oleh Al Albani dalam Ash Shahihah)

29 September 2013

Dipermainkan Oleh Ikhwan? (Tanya Jawab)

Oleh : Teh Sasa Esa Agustina, Majalah Percikan Iman 
Ilustrasi


Teteh Sasa, sebagai seorang wanita saya merasa dipermainkan oleh calon suami. Bermula karena ada kesalahpahaman, tiba-tiba memutuskan untuk mundur. Awalnya, saya menerima karena dia berkomitmen untuk serius dan saya pun demikian. Dalam perjalanan proses taaruf, ada sedikit masalah ketika kami membicarakan target menikah. Saya menargetkan enam bulan atau paling lama satu tahun setelah selesai kuliah. Dia maunya secepatnya atau enam bulan ke depan. Memang terlontar dari saya kalimat, “Kalau menunggu saya dianggap terlalu lama, maka silakan saja dengan yang lain,” dan dia pun setuju dengan itu. Eh, ternyata, dia diam-diam menjalin hubungan dengan akhwat lain tanpa sepengetahuan saya. Kata seorang teman, dia akan menikah bukan dengan saya.
Saya merasa dipermainkan karena justru tahu kabar tersebut pertama kali dari teman. Sebagai seorang wanita, jujur saya kecewa. Baiknya, tindakan apa yang harus saya ambil, Teh? Kenapa dia begitu tega? Saya merasa dilecehkan. Terakhir kali bertemu dengan saya, dia mengiyakan akan menikah dengan yang lain. Dia taaruf dengan saya, tapi menikah dengan wanita lain. Apakah tindakan saya (menunda menikah hingga satu tahun) itu salah? Saya butuh masukan, Teh. Baru-baru ini, dia kembali menelpon saya. Apakah saya harus mengangkat teleponnya? Dia juga kirim SMS. Apa harus dibalas? Sebenarnya, saya sudah nggak mau lagi dihubungi oleh dia. Mohon nasihatnya, Teh. Jazakallah khair.
..............................................................................................................................................
Ukhti yang dicintai Allah Swt.,

27 September 2013

Download Media Pembelajaran Anak Muslim






Berikut ini media pembelajaran untuk Anak Muslim yang bisa anda Download untuk putra putri anda, yang saya ambil dari http://bam.raudhatulmuhibbin.org, semoga bermanfaat.

26 September 2013

Indahnya Bisnis Bersama Suami

Ilustrasi

Mengelola bisnis dirumah itu mudah tapi susah. Mudah jika kita tahu tips dan langkah-langkahnya. Tapi akan menjadi sulit jika tidak bisa merumuskan langkah-langkah tersebut. Dibanyak kasus sering kita dapatkan bisnis keluarga dirumah itu hancur berantakan. Bahkan muncul opini yang beredar dimasyarakat bahwa “bisnis” dan “persaudaraan/ persahabatan” itu adalah hal yang berbeda dan tidak boleh bertemu. Parahnya, sampai muncul ungkapan, “Jangan bisnis bersama keluarga, karena akan merusak tali persaudaraan”. Na’udzubillah.

25 September 2013

Istri Shalihah, Keutamaan dan Sifat-Sifatnya



Ilustrasi

Penulis : Al-Ustadzah Ummu Ishaq Zulfa Husein Al-Atsariyyah

Bismillah....

Apa yang sering diangankan oleh kebanyakan laki-laki tentang wanita yang bakal menjadi pendamping hidupnya? Cantik, kaya, punya kedudukan, karir bagus, dan baik pada suami. Inilah keinginan yang banyak muncul. Sebuah keinginan yang lebih tepat disebut angan-angan, karena jarang ada wanita yang memiliki sifat demikian. Kebanyakan laki-laki lebih memperhatikan penampilan dzahir, sementara unsur akhlak dari wanita tersebut kurang diperhatikan. Padahal akhlak dari pasangan hidupnya itulah yang akan banyak berpengaruh terhadap kebahagiaan rumah tangganya.